Belajar Berenang

Standard

Pengenalan Air


Sebagian besar anak-anak, bahkan orang dewasa yang belum pernah masuk ke dalam kolam renang biasanya akan menjadi takut/cemas ketika akan masuk ke dalamnya, lebih-lebih bila pernah mengalami trauma dengan air.
Untuk itu sebaiknya, mereka masuk ke kolam yang dangkal terlebih dahulu. Setelah terbiasa dan keberaniannya mulai muncul, bisa mulai diajak ke kolam renang yg sedikit agak lebih dalam (Ingat !!! Sebaiknya dia masih tetap bisa menginjakkan kakinya ke lantai kolam renang tanpa tenggelam, kecuali selalu didampingi oleh Anda atau pelatihnya).

Tahap berikutnya :
– Ajarkan cara membuang nafas di air, dengan cara:
o Suruh dia menghirup nafas dalam-dalam
o Kemudian suruh dia memasukkan kepala ke dalam air
o Kemudian tiupkan nafas melalui hidung ketika kepala masih di dalam air
o Setelah itu naikkan kepala ke atas air sambil membuka mulut untuk mengambil nafas
o Lakukan hal di atas berulang-ulang sampai dia terbiasa dan tidak takut memasukkan kepala ke dalam air

– Suruh melompat dari pinggir kolam ke dalam kolam renang
Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi rasa takut dengan air. Dan bisa lebih enjoy dan menikmati bermain-main dengan air.

– Belajar mengapungkan badan di atas permukaan air
o Bila sudah tidak takut dengan air (berani memasukkan kepala ke dalam air cukup lama), maka Anda bisa memintanya untuk secara pelan-pelan mengapungkan tubuhnya di atas permukaan air. Dengan posisi, wajah dan pandangan mata menghadap ke lantai kolam renang sambil menahan nafas (dilakukan dg santai)

– Belajar meluncur di atas permukaan air
Setelah bisa mengapungkan badan di atas permukaan air, sekarang kita ke tahap berikutnya ..belajar meluncur, dengan cara:
o pada posisi tubuh mengapung di atas permukaan air, kemudian gerakkan kaki naik turun seperti orang yang sedang berjalan (tapi antara paha dan kaki tetap lurus, dengkul tidak boleh ditekuk)

Catatan
Untuk belajar mengapung ini, awalnya bisa dibantu oleh temannya untuk memegangi tangannya, ketika dia berusaha mengapungkan badannya dengan santai di atas permukaan air dan sewaktu mau berdiri kembali.
Untuk belajar mengapung dan meluncur ini, yang paling utama adalah menghilangkan rasa takut dengan air dulu ..lihat langkah-langkah di atas. Lakukan dengan santai saja pasti berhasil.

Untuk belajar berenang yang paling utama adalah menghilangkan ketakutan dengan air lebih dulu.
Keseluruhan tahap di atas mestinya hanya membutuhkan sedikit waktu saja.

Setelah bisa mengapungkan badan dan meluncur di permukaan air, maka bisa memulai belajar gaya dada atau gaya bebas

Sebaiknya belajar renang gaya dada atau renang gaya bebas dulu?

Biasanya pelatih renang mengajarkan renang gaya dada lebih dulu, karena gaya ini yang paling cepat dikuasai. Tetapi sekarang cukup sering yang mengajarkan gaya bebas lebih dulu. Alasan mengapa gaya bebas diajarkan lebih dulu ..karena dengan menguasai gaya bebas, maka gaya renang lainnya akan lebih mudah dikuasai. Tetapi untuk belajar gaya bebas sendiri akan membutuhkan waktu yang lebih lama.
Jadi terserah Anda mau belajar gaya dada atau gaya bebas dulu. Kalau mau cepat ya belajar gaya dada dulu. Tetapi jika Anda punya cukup banyak waktu dan mau lebih lama belajar, ya belajar gaya bebas langsung.

Perlu diketahui
Belajar renang gaya apapun selalu dimulai dengan belajar dan berlatih gerakan kaki lebih dulu.
Jangan pernah putus asa dalam belajar. Berenang seperti layaknya kita belajar berjalan, teruslah mencoba …maka pasti berhasil.

Gaya Bebas (Crawl Stroke)

Standard


1. Gerakan kaki
Gerakkan kaki ke atas dan ke bawah secara bergantian (seperti orang yang sedang berjalan kaki), tetapi antara kaki dan paha dengan posisi lurus atau dengkul tidak boleh ditekuk. Gerakan ini dilakukan terus menerus.

Perhatikan:
Selama melakukan gerakan ini, kaki dan paha harus selalu dengan posisi lurus. Dengkul tidak boleh ditekuk. Jadi yang bergerak bukan lutut/kaki, melainkan pangkal paha/pinggul

2. Gerakan tangan
a. Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan agak berdekatan, tetapi tidak perlu menempel)
b. Kemudian tarik tangan kiri ke bawah, terus ditarik sampai ke belakang.
c. Kemudian angkat tangan kiri keluar dari permukaan air dan ayunkan tangan kiri tersebut sejauh mungkin ke depan (ketika tangan di atas permukaan air, siku tangan kiri agak ditekuk di dekat telinga. Kemudian diluruskan kembali dan diayunkan sejauh mungkin ke depan masuk ke permukaan air).

d. Pada waktu tangan kiri diangkat keluar dari permukaan air, langsung gerakkan dan tarik tangan kanan ke bawah sampai ke belakang -sama dengan gerakan tangan kiri pada langkah b-.
e. Kemudian angkat tangan kanan keluar dari permukaan air dan ayunkan tangan kanan tersebut sejauh mungkin ke depan (ketika tangan di atas permukaan air, siku tangan kanan agak ditekuk di dekat telinga. Kemudian diluruskan kembali dan diayunkan sejauh mungkin ke depan masuk ke permukaan air)-sama dengan gerakan tangan kiri pada langkah c-.

Ulangi langkah b – e di atas

Jadi urutan gerakan tangan gaya bebas :
Posisi Awal Kedua tangan lurus ke depan
– tarik tangan kiri mengayuh ke bawah sampai ke belakang
– setelah tangan kiri selesai mengayuh sampai ke belakang, angkat tangan kiri tersebut ke atas permukaan air dan ayunkan tangan kiri sejauh mungkin ke depan
– tarik tangan kanan mengayuh ke bawah sampai ke belakang
– setelah tangan kanan selesai mengayuh sampai ke belakang, angkat tangan ke atas permukaan air dan ayunkan tangan kanan sejauh mungkin ke depan
– begitu seterusnya

Perhatikan
Tangan kiri dan kanan bergerak secara bergantian. Ketika tangan kiri selesai mengayuh dan mulai diangkat keluar dari dalam air, tangan kanan langsung masuk ke dalam air dan mengayuh ke belakang, begitu seterusnya.

3. Gerakan kombinasi tangan, kaki & mengambil nafas
Kaki terus bergerak seperti pada point 1 di atas.
Pengambilan nafas dilakukan ketika tangan kiri sedang diayunkan ke depan untuk masuk kembali ke dalam air, sedangkan tangan kanan akan naik ke permukaan air. Pada saat itulah, gerakkan kepala ke kanan untuk ambil nafas.
Begitu juga bila Anda lebih suka bernafas ke kiri, yaitu dilakukan ketika tangan kanan sedang diayunkan ke depan untuk masuk kembali ke dalam air dan tangan kiri akan naik ke permukaan air.
Ketika mengambil nafas, kepala jangan diangkat ke atas, melainkan hanya menoleh ke samping kanan (atau boleh juga ke kiri …pilih salah satu yang menurut Anda lebih nyaman)

Tips :
1) Kaki terus bergerak (tidak boleh berhenti), walau ketika sedang mengambil nafas.
2) Tangan kanan dan kiri bergerak terus secara bergantian (tanpa jeda /istirahat).
3) Posisi telapak tangan agak menghadap ke luar ketika akan menyentuh permukaan air. Jadi seolah-olah ujung ibu jari tangan yang menyentuh permukaan air lebih dulu.
4) Ketika kepala menoleh ke kanan (atau ke kiri) untuk mengambil nafas, kemudian langsung secepatnya gerakkan kembali kepala ke dalam air. Jangan menunggu gerakan tangan kanan (tangan kiri) selesai.
5) Agar gaya bebas ini bisa lebih cepat dan gerakannya lebih stabil, pengambilan nafas dilakukan setelah 2 – 3 set gerakan tangan. Jadi jangan sekali gerakan tangan langsung mengambil nafas.

Sembilan Cara Mudah Mengurangi Berat Badan

Standard

Menurunkan berat badan tidak selalu membutuhkan kerja keras seperti yang mungkin Anda bayangkan. Untuk menurunkan berat badan, sebaiknya menurunkan asupan kalori Anda per harinya. Namun, itu bukan berarti menghilangkan semua kalori di makanan Anda.

Untuk mengurangi 500 kalori, sebaiknya Anda mengurangi 250 kalori dalam makanan Anda dan menghilangkan 250 kalori lainnya dengan berjalan antara 30-45 menit. Anda memang tak akan melihat perubahan yang dramatis, namun seiring berjalannya waktu, pengurangan berat badan akan terlihat.

1. Konsumsilah produk susu setiap hari. Sepotong keju atau secangkir susu akan meningkatkan metabolisme Anda. Mereka yang mengurangi 500 kalori dengan mengkonsumsi yogurt 3 kali sehari berhasil mengurangi berat badannya sebanyak 6 kg dalam 12 minggu.

2. Makanlah sebutir apel sebelum makan malam. Apel selain dapat membuat Anda merasa lebih kenyang, juga mengandung serat yang banyak. Terutama di kulitnya.

3. Berhati-hatilah dengan makanan yang berwarna putih. Makanan yang berwarna putih adalah makanan yang mengandung kalori paling banyak, seperti kentang, roti tawar, nasi, dan sebagainya. Tingkatkan konsumsi sayuran dan buah-buahan Anda, serta serat.

4. Minumlah air mineral. Cukup air akan mengurangi konsumsi kalori Anda. Tubuh terkadang salah mengartikan haus dengan lapar. Jadi dengan cukup minum Anda akan tidak mudah terserang rasa lapar. Jika minum air mineral dirasa terlalu tawar, coba tambahkan sedikit sentuhan lemon.

5. Bertingkahlah seperti anak-anak. Bermain seperti anak-anak kadang dapat membuat Anda mengurangi kalori yang sama dengan rutinitas olah raga yang Anda lakukan. Bergembiralah dan bermainlah bersama anak Anda.

6. Makanlah permen bila ingin. Dua lusin permen biasa hanya menambah sekitar 100 kalori dan dapat memuaskan keinginan Anda akan makanan manis. Jadi makanlah permen saat Anda ingin. Daripada menahannya dan membuat badan Anda benar-benar menginginkannya. Itu akan membuatnya berlebihan.

7. Pilihlah roti tawar Anda. Jangan sembarangan memilih roti tawar. Pilihlah yang mengandung banyak serat daripada roti tawar putih biasa. Pastikan tiap lembarnya mengandung serat paling tidak 2 gram.

8. Makanlah sarapan. Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang sarapan setiap paginya akan mengurangi resiko obesitas dibanding dengan mereka yang hanya melakukannya 2 kali seminggu. Namun apa yang Anda makan juga berpengaruh dan penting.

9. Sikatlah gigi Anda setiap selesai makan. Tidak hanya melindungi gigi dari kerusakan, namun menyikat gigi juga dapat menjadi salah satu cara untuk berhenti makan. Rasa yang ditinggalkan oleh pasta gigi juga akan mengurangi nafsu makan Anda. Efek yang sama juga terjadi bila Anda berkumur dengan obat kumur.

Source : emporiumgamers.com

Merejam Lembing

Standard


Sejarah

Rejam lembing (javelin) adalah acara olahraga yang tertua dan dipercayai dimainkan sejak zaman purba lagi. Ketika itu lembing digunakan untuk memburu dan sebagai senjata dalam peperangan. Acara merejam lembing mula di pertandingkan dalam Sukan Olimpik Moden pada tahun 1912. Sejak itu, acara merejam lembing merupakan satu acara balingan dalam semua acara sukan dunia. Acara ini juga dipertandingkan di peringkat negeri, daerah atau sekolah.

Prinsip asas merejam lembing

Merejam lembing berbeza daripada aktiviti membaling yang lain seperti melontar peluru dan melempar cakera. Ini kerana terdapat perbezaan di antara bentuk alatan yang digunakan dan juga kawasan untuk bergerak bagi ketiga-tiga acara sukan itu. Dalam acara merejam lembing, pelatih menggunakan aksi membaling yang lebih kurang sama dengan tindakan membaling sebiji batu atau bola tenis.

Selain itu, pelatih hendaklah mempelajari teknik menggunakan keseluruhan badan mereka untuk menghasilkan tindakan yang berkesan semasa merejam lembing. Latihan ansur maju hendaklah dimulakan dengan mengajar para pelatih tentang cara memegang lembing, berlari dengan lembing, merejam dengan cara berdiri dan seterusnya sehingga mereka dapat berlari sambil merejam lembing. Butiran seperti pentingnya meleding badan sebelum merejam, langkah larian yang licin, keadaan tangan yang lurus semasa membawa lembing dan tindakan tumit untuk membantu pergerakan badan adalah perlu kepada para pelatih.

Keselamatan para pelatih

Semasa membawa lembing

  • Mata lembing biarlah menghadap ke bawah
  • Jangan berlari

Semasa latihan

  • Pastikan tidak ada orang di kawasan merejam
  • Perhatikan pergerakan orang lain di sekitar kawasan
  • Para pelatih lain yang masih menunggu giliran mereka mestilah berada di kawasan yang telah ditetapkan oleh jurulatih
  • Amalkan dasar semua memungut lembing setelah semua merejam
  • Susunan dan organisasi kelas hendaklah diatur rapi bagi membolehkan penyertaan setiap pelajar secara maksimum

BAHAGIAN – BAHAGIAN LEMBING

Lembing biasanya diperbuat daripada besi atau logam campuran. Bahagian-bahagian lembing terdiri daripada kepala, grip dan ekor. Terdapat dua jenis gaya rejaman yang boleh digunakan oleh perejam lembing. Kedua-dua gaya ini sering digunakan oleh perejam-perejam amatur mahupun professional. Gaya rejaman tersebut ialah Gaya Rejaman Dari Atas Bahu dan Gaya Rejaman Dari Bawah Bahu.


Gaya memegang lembing

Terdapat tiga teknik asas memegang lembing iaitu;

Gaya Amerika

Lembing dipegang di antara ibu jari dan jari telunjuk serta disokong oleh tiga jari yang lain.

Gaya Finnish

Lembing dipegang di antara ibu jari dan jari tengah.

Gaya Pegangan – U

Lembing dipegang di antara jari telunjuk dan jari tengah.
Kawasan rejaman lembing

Kawasan rejaman hendaklah bebas daripada sebarang gangguan atau halangan serta tidak membahayakan keselamatan orang ramai. Panjang kawasan larian tidak melebihi 36.5 m dan lebar 4 m, manakala kawasan rejaman yang dilebarkan pada sudut 29 – 30 darjah mempunyai jarak 8 m dari pusat lengkungan ke titik sudut. Panjang kawasan ini tidak mempunyai had asalkan bersesuaian dengan taraf atau prestasi peserta.

Teknik rejaman lembing

Terdiri daripada empat fasa utama seperti berikut:

Fasa persediaan

Fasa lari landas

Fasa rejaman

Fasa ikut lajak

1. Fasa persediaan

Fasa ini memberi fokus kpada persediaan fizikal seperti teknik memegang dan menentukan kedudukan lembing serta persediaan mental. Perkara yang perlu diberi perhatian ialah:

  • Berdiri dengan keadaan postur badan yang tegak dan seles
  • Pegang lembing mengikut gaya pegangan yang dipilih dengan kemas dan selesa
  • Lembing berada pada aras kepala dalam keadaan bersudut 40 darjah
  • Bahagian kepala lembing hendaklah menghala ke arah kawasan rejaman
  • Pandang kearah kawasan rejaman

2. Fasa lari landas

Fasa ini bertujuan untuk mewujudkan kelajuan yang maksimum dan dalam keadaan terkawal. Perkara yang perlu diberi perhatian ialah:

  • Mulakan larian sambil memegang lembing pada aras kepala
  • Tingkatkan kelajuan mewujudkan daya pecut secara terkawal
  • Langkah terakhir lebih besar daripada langkah – langkah sebelumnya
  • Tumit kaki hadapan menekan kuat ke tanah semasa memberhentikan larian supaya kuasa larian dipindahkan ke lembing sebelum memasuki fasa rejaman

3. Fasa rejaman

Fasa rejaman memerlukan pemindahan kuasa kaki ke lembing untuk memberi kelajuan yang maksimum pada rejaman. Perkara yang perlu diberi perhatian ialah:

  • Dalam keadaan tumit kaki hadapan menekan ke tanah, kilaskan badan ke sisi
  • Kilaskan badan ke sisi dan belakang dengan menggunakan tangan bebas dan kuasa rotasi pinggang
  • Tolak lembing ke belakang dan tarik ke atas dan ke hadapan untuk melancarkan lembing
  • Perlakuan ini memerlukan rotasi di pinggang dan lentikan di belakang untuk menambahkan kuasa rejaman

4. Fasa ikut lajak

Penyerapan daya dan stabilkan pergerakan selepas merejam adalah penting. Perkara yang perlu diberi perhatian ialah:

  • Sebaik sahaja lembing dilepaskan, langkah setapak ke hadapan dan mendarat dengan sebelah kaki
  • Imbangkan badan dengan kaki yang sebelah lagi
  • Rendahkan badan bagi mengimbang dan menstabilkan kedudukan badan
  • Kawal pergerakan supaya tidak melepasi garisan lengkungan bulatan

Renang Gaya Dada (Chest Stroke)

Standard


Merupakan gaya yang paling mudah dan paling cepat untuk dipelajari. Tapi dalam segi kecepatan, gaya ini merupakan gaya yang paling lambat.
1. Gerakan kaki
a. Kaki ditekuk (dengkul dibengkokkan/ditekuk)
b. Kemudian tendangkan/luruskan kaki dengan posisi kedua kaki terbuka (kaki kiri dan kaki kanan saling berjauhan)
c. Masih dalam posisi kaki lurus, kemudian kaki dirapatkan (sampai telapak kaki kiri dan kanan agak bersentuhan ..ini akan menambah daya dorong)
Ulangi langkah a – c di atas

Jadi urutan gerakan kaki gaya dada ini :
1) tekuk, tendang, rapatkan,
2) tekuk, tendang, rapatkan,
dan seterusnya.

Mudah khan !
2. Gerakan tangan
a. Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan saling bertemu & menempel)
b. Kemudian tarik tangan ke samping kanan dan kiri, tetapi tidak perlu terlalu ke samping (cukup tarik ke samping selebar bahu dan selebihnya tarik ke bawah)
c. Luruskan tangan kembali.
Ulangi langkah a – c di atas

Jadi urutan gerakan tangan gaya dada ini :
1) luruskan tangan di atas kepala, gerakkan tangan ke samping kiri dan kanan,
2) luruskan tangan di atas kepala, gerakkan tangan ke samping kiri dan kanan,
dan seterusnya.

Mudah khan !

3. Gerakan kombinasi tangan, kaki & mengambil nafas
– Gerakan tangan dan kaki dilakukan bergantian.
– Pengambilan nafas dilakukan ketika gerakan tangan ke samping kiri dan kanan, kemudian kepala mendongak ke atas sambil mengambil nafas

Tips :
1) Ketika mulai belajar tangan berpegangan pada pinggir kolam, kemudian gerakkan kaki seperti di atas. Lakukan sampai lancar

2) Kemudian Anda bisa meminta seorang teman untuk memegangi tangan Anda, sehingga Anda bisa menyeberangi kolam dengan menggerakkan kaki dan tangan tetap dipegangi teman Anda. Untuk anak-anak, orang tua / pelatih renang bisa melakukan ini.

Nb.
Kaki seringkali tidak mengapung di permukaan air, melainkan terlalu ke bawah ..hal ini dikarenakan kepala tidak masuk ke dalam air.
Oleh karena itu saat berlatih kaki ini sekaligus dijadikan sebagai sarana untuk berlatih gerakan kepala untuk mengambil nafas nantinya. Hal ini dilakukan dengan cara memasukkan kepala ke dalam air selama belajar gerakan kaki dan menaikkan kepala hanya bila mau mengambil nafas.

3) Setelah lancar, maka sekarang kita agak ke tengah kolam. Kemudian kita mengapungkan badan (seperti posisi meluncur) dan gerakkan kaki gaya dada seperti di atas sampai ke pinggir kolam. Lakukan sampai lancar

4) Setelah itu sekarang mulai belajar menggerakkan tangan. Lakukan 2 atau 3 kali gerakan kaki, kemudian baru gerakkan tangan gaya dada seperti di atas. Begitu seterusnya, lakukan sampai lancar.

5) Setelah cukup lancar, maka mulailah belajar mengambil nafas. Ketika tangan bergerak ke samping, maka naikkan kepala sedikit ke atas permukaan air dan langsung ambil nafas. Lakukan sampai lancar

6) Kemudian berlatihlah lebih ke tengah dan berenang untuk mencapai pinggir kolam. Lakukan terus sampai bisa selebar kolam renang.

Setelah lancar, mulailah perbaiki gaya renang gaya dada Anda. Gerakan kaki dan tangan bergantian yaitu 1 kali gerakan kaki, 1 kali gerakan tangan dan ambil nafas.
Gerakan tangan jangan terlalu lebar, melainkan agak ke bawah (hal ini akan memberikan dorongan yang lebih kuat sekaligus memudahkan pengambilan nafas).

Renang Gaya Punggung (Back Crawl Stroke)

Standard


Merupakan gaya yang paling berbeda dengan yang lainnya karena kita dengan posisi wajah menghadap ke atas, sehingga kita tidak bisa melihat ke depan.
1. Gerakan kaki
a. Kaki kanan dan kiri digerakkan naik turun secara bergantian (seperti orang yang sedang berjalan /seperti gaya bebas tetapi dengan posisi wajah menghadap ke atas)
b. Kaki digerakkan bergantian dengan cukup cepat agar arah renang Anda tidak melenceng/berbelok

2. Gerakan tangan
a. Posisi awal satu tangan lurus di atas kepala
b. Kemudian langsung mengayuh ke belakang menuju pinggang
c. Kemudian angkat keluar dari permukaan air dan kembalikan ke posisi awal
d. Lakukan hal yang sama dengan tangan yang satunya

Jadi tangan kiri dan kanan bergerak secara bergantian, ketika tangan kiri keluar dari dalam air, tangan kanan masuk ke dalam air, begitu seterusnya.

3. Gerakan kombinasi tangan, kaki & mengambil nafas
Kaki terus bergerak seperti pada point 1 di atas.
Dengan gaya ini, tidak akan ada masalah kesulitan dalam pengambilan nafas karena wajah kita berada di atas air.
Mungkin yang jadi masalah adalah apakah kita sudah sampai ujung kolam atau belum, karena kita tidak bisa melihatnya (mata kita menghadap ke atas). Hal ini bisa diatasi dengan menghitung gerakan tangan.

Tips :
1) Posisi kaki jangan terlalu di permukaan air, melainkan agak ke dalam masuk ke dalam air (hal ini akan membantu kecepatan ..juga memudahkan kepala tetap berada di atas)
2) Kaki terus bergerak, jangan berhenti (hal ini agar arah renang kita tidak melenceng/berbelok).
3) Telapak kaki agak diluruskan sedemikian rupa sehingga menjadi lurus / sejajar dengan tulang kaki
4) Posisi kedua kaki berdekatan satu dengan yang lainnya.
5) Dagu agak didekatkan ke dada, hal ini akan membantu kecepatan dalam berenang.
6) Gerakan tangan ketika masuk ke dalam air, maka sisi telapak tangan yang masuk ke dalam air terlebih dulu (hal ini memperkecil tahanan dari air)

Renang Gaya Kupu-Kupu (Butterfly Stroke)

Standard


Merupakan gaya yang paling sukar dan membutuhkan waktu untuk dipelajari.

1. Gerakan kaki
a. Posisi awal, kaki dan paha dengan posisi lurus. Dengkul tidak boleh ditekuk. Juga kedua telapak kaki dalam posisi agak berdekatan (agak rapat) satu sama lainnya.
b. Kemudian gerakkan kedua kaki secara bersamaan sedikit ke atas permukaan air
c. Kemudian jatuhkan ke dua kaki secara bersamaan ke bawah, sehingga memunculkan dorongan ke depan. Dan pinggul akan terdorong dan naik ke depan.
Ulangi langkah b – c di atas

Perhatikan:
Selama melakukan gerakan ini, kaki dan paha harus selalu dengan posisi lurus. Dengkul tidak boleh ditekuk.
Kedua telapak kaki dalam posisi agak berdekatan (agak rapat) satu sama lainnya.
Juga pinggul/pantat agak bergerak ke atas, sehingga akan memberikan gaya dorong ke depan yang lebih besar. Jadi kekuatan sebenarnya adalah di gerakan pinggul, bukan di kaki

2. Gerakan tangan
a. Posisi awal, kedua tangan lurus di atas kepala (kedua telapak tangan berdekatan, tapi tidak perlu menempel satu dengan yang lainnya)
b. Kemudian tarik kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Terus tarik sampai ke belakang.
c. Kemudian angkat kedua tangan secara bersamaan keluar dari permukaan air dan ayunkan kembali depan
Ulangi langkah a – c di atas

Perhatikan:
Ketika menjatuhkan tangan ke air, maka seolah-olah ibu jari menyentuh permukaan air lebih dulu (telapak tangan agak menghadap ke luar)

3. Gerakan kombinasi tangan, kaki & mengambil nafas
Gerakkan kaki seperti pada point 1 di atas. Kemudian gerakkan kedua tangan ke bawah secara bersamaan. Pada waktu gerakan tangan ke bawah inilah saat kita sedikit menaikkan kepala ke atas untuk mengambil nafas.
Gerakan kaki dan tangan dilakukan bergantian.

Tips :
1) Awalnya mungkin Anda hanya kuat 1/2 lebar kolam ..teruskan berlatih. Jangan khawatir karena memang gaya ini yang paling berat. Semakin sering Anda berlatih, maka Anda akan semakin bisa
Bila dirasa terlalu berat, Anda bisa memulai belajar dengan melakukan 2 set gerakan kaki, baru kemudian diikuti 1 set gerakan tangan.

2) Setelah cukup lancar, maka mulai perbaikilah gaya ini dengan memperbaiki start awal gaya kupu. Kepala ditekuk agak ke bawah (dagu agak menempel ke dada) dan gerakkan pinggul lebih dulu, sehingga kaki terangkat dan lecutkan/tendangkan kaki dengan posisi lurus sejauh mungkin ke belakang. Gerakan kaki jangan dilakukan dilakukan secara berlebihan. Setelah itu baru gerakkan tangan.
Berikutnya, gerakan kaki selalu dimulai dari pinggul. Untuk membantu gerakan pinggul agak naik ke atas, kepala bisa ditekuk ke bawah (dagu agak ditempelkan ke dada).

3) Posisikan tubuh selalu di permukaan air, jangan terlalu dalam.

4) Agar lebih cepat dan gerakan lebih stabil, lakukan 2 – 3 set gerakan kaki dan tangan baru kemudian menaikkan kepala untuk mengambil nafas.

5) Kesempatan kepala untuk naik ke atas permukaan air sangatlah sedikit dan sebentar (tidak seperti gaya dada), karena itu manfaatkanlah sebaik mungkin.

6) Ketika kepala sedang tidak ke atas permukaan air untuk bernafas, pastikan posisi dagu agak menempel ke dada. Ini akan menambah daya luncur gaya kupu menjadi lebih kuat.

7) Seringkali sewaktu tangan berada di dalam air, gerakan tangan membentuk seperti huruf S. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan dorongan yang lebih kuat ke depan. Tetapi ada juga pelatih yang mengajarkan gerakan tangan biasa saja, sehingga gerakan tangan bisa lebih cepat dan kuantitas gerakan tangannya lebih banyak. Ini terserah Anda